Loading...

KEBENARAN MUTLAK & REALITAS TERTINGGI



Hindu dan Hinduisme adalah suatu istilah yang dilekatkan oleh para penjajah asing India pada sistem sosio-relijius tradisional dari orang-orang Hind atau India. Istilah ini tidak tampak dalam satu pun dari Pustaka Suci Hindu, yaitu Veda. Umat Hindu sendiri merujuk kepada agama mereka sebagai Sanatana Dharma yang diterjemahkan secara harfiah berarti Jalan yang Kekal. Sanatana berarti kekal, tiada berkesudahan, atau senantiasa ada. Dharma berarti metode apapun yang memungkinkan seseorang melihat kenyataan/kebenaran sebagaimana adanya dan yang dengannya dia dapat ditarik mendekati Kebenaran Mutlak dan Realitas Tertinggi. Karena para pengikut Sanatana Dharma menempatkan Veda sebagai otoritas pengetahuan tertinggi, maka jalan ini disebut pula Veda-dharma.
Sanatana Dharma jauh lebih tua dari peradaban manapun, dengan pustaka sucinya yang telah ada jauh sebelum adanya catatan sejarah. Dharma ini telah menyebar ke seluruh dunia, membentuk peradaban yang sampai saat ini masih hidup di seluruh Asia Tenggara, Jepang, Cina, Tibet, dan bagian-bagian benua lainnya. Kerajaan kuno pra-injil, Mittani di Asia Kecil, telah diperintah oleh raja-raja Hindu yang menggunakan nama-nama Sanskrit. Tidak seperti mitos yang dihembuskan para indolog asing, bahwa Hindu berasal dari peradaban Arya Indo-Eropa yang datang ke India dan menaklukkan penduduk pribumi. Justru sebaliknya, orang-orang Sumeria dan Hittite yang keduanya merupakan Indo-Eropa (non-semit) berasal dari daerah-daerah di lembah Ganga. Filsafat dan teologi Hindu telah mempengaruhi kebudayaan Yunani dengan demikian kuatnya sejak masa ketika Alexander yang Agung menginvasi beberapa wilayah di India Utara. Keserupaan yang bermakna juga ditunjukkan oleh kepercayaan dan mitologi bangsa Skandinavia kuno dengan yang terdapat dalam Hindu. 
Peradaban-peradaban besar dunia kuno seperti Romawi, Yunani, Mesir, Sumeria, Babilonia, semua sudah berlalu. Bahkan tradisi kerohanian tertua di dunia Barat, agama Yahudi, telah mengalami perubahan yang radikal semenjak awal mulanya sekitar 5000 tahun yang lalu. Walaupun demikian kebudayaan dan peradaban Hindu tetap berlanjut sebagai kekuatan yang hidup, tetap menggemakan pemikirannya, dan penampakannya hampir tidak berubah selama lebih dari 6,000 tahun. Saat ini, masyarakat Hindu dapat ditemukan hampir di setiap negara di dunia.
Sanatana Dharma, sebagaimana namanya, tetap merupakan agama yang paling tua dan paling dinamis di antara semua agama dunia. Dia juga tetap merupakan peradaban yang hidup, sumber dari nilai-nilai yang masih dipegang teguh dan diterapkan oleh penduduk dunia. Hindu juga tetap berada di garis depan dari semua jalan yang menekankan spiritualitas eksperimental (kerohanian yang diinsafi dan dialami) dan menunjukkan kebebasan yang besar dalam pendekatannya terhadap kehidupan rohani pribadi. Hindu memiliki suatu kemampuan bawaan yang unik, yaitu dapat mengadaptasikan dirinya dengan berbagai perubahan keadaan. Dikatakan oleh yang paling penting di antara para pembuat hukum, 
Apapun (yang disebut) dharma itu, yang tidak akan mengarahkan pada kebahagiaan dan yang secara umum disalahkan oleh orang-orang (loka-vikrusta), maka haruslah ditolak.(Manu 12.105-106). Anjuran ini mengarahkan masyarakat Hindu untuk selalu mampu mengadaptasikan praktik-praktik relijiusnya bersama nilai-nilai luhur dalam masyarakat tempatnya bertumbuh. Hindu tidak mengajarkan untuk menolak latar belakang penganutnya, kemudian menggantinya dengan cara hidup India yang menjadi negeri asal Hindu. Hindu membuat penganutnya mampu melihat hal-hal yang baik dan mulia dalam budaya bangsanya, memperindahnya dengan sentuhan keinsafan rohani mendalam dan kebijaksanaan Veda, lalu membentuk pribadi bangsa yang memiliki jati diri sendiri. Hal ini secara khusus tepat bagi keadaan masa kini, ketika ada begitu banyak komunitas Hindu yang berkembang di hampir setiap negara-negara Barat, AS, Kanada, Australia, Eropa dsb. Kebudayaan rohani Veda ini telah mengalami kebangkitan dan pengaruhnya terus bertumbuh di seluruh dunia. Ini hanya merupakan salah satu dari banyak alasan mengapa Hindu mampu bertahan selama ribuan tahun, walaupun berada di tengah berbagai tekanan. Selain itu para penganutnya telah mengalami banyak usaha untuk meniadakan keberadaannya, yang dilakukan oleh agama-agama lain yang bersifat lebih dogmatis dan berorientasi iman (Berimanlah pada agama, maka kamu selamat. Perbuatan tidak penting).
Sebagai hasil dari semakin meningkatnya minat dalam pencarian akan kebenaran, umat manusia di dunia ini semakin banyak yang mulai mendekati dan mengeksplorasi kembali tradisi-tradisi rohani yang lebih tua, untuk memperoleh dalam dan tingginya tingkat pemahaman spiritual yang dikandungnya. Bersamaan dengan tumbuhnya minat dunia terhadap sisi mistik-spiritual dan esoterik dari semua agama-agama, maka gerakan-gerakan yang memperhatikan ajaran-ajaran semacam ini akan tumbuh pula. Sebagian besar darinya adalah bersumber dari Veda dan tradisi Hindu. Istilah-istilah Sanskrit seperti yoga, mantra, karma, chakra, tantra, guru, semuanya telah lumrah digunakan di negara-negara Barat. Semakin banyaknya orang yang berminat pada warisan kekayaan Veda seperti meditasi, yoga, dan pengobatan Ayurveda telah menunjukkan bagaimana ajaran yang terkandung dalam Veda dapat memberikan manfaat dan pengaruh positif bagi umat manusia di dunia, apapun latar belakangnya. Ini merupakan tanda bahwa sifat universal yang terdapat dalam tradisi Veda telah menjadi semakin tampak, semakin diterima, sehingga jelas sesuailah dengan namanya, Sanatana Dharma, Jalan Kebenaran yang Kekal.
Semakin banyak orang yang mengerti keterbukaan dan nilai-nilai rohani Sanatana Dharma, maka semakin kuatlah keinginan mereka untuk mengakhiri perang-perang agama yang bersumber dari fanatisme sempit, kurangnya keinsafan rohani, kesalahpahaman dan prasangka. Sesungguhnya Sanatana Dharma mampu memberikan jalan dalam pencarian akan Tuhan dan Kebenaran yang sejati serta bersifat pribadi. Agama berdiri di atas keinsafan diri pribadi akan Kebenaran Mutlak yang kekal, bukan semata-mata pengakuan manusia yang bisa bersifat artifisial dan diktatorial. Kekacauan masyarakat dunia saat ini salah satunya bersumber dari konflik-konflik agama untuk menentukan siapa yang benar dan siapa yang salah, lalu memusnahkan mereka yang berkeyakinan berbeda dengan sistem kepercayaan yang lebih mendominasi. Penyakit ini dapat disembuhkan apabila kita dapat mempelajari dengan seksama Sanatana Dharma. Andai kita semua dapat bersungguh-sungguh menerima dan menerapkan prinsip serta nilai-nilai Veda dalam hidup kita, maka kita akan merasakan dan membuktikan bahwa Hindu adalah anugerah Tuhan yang sesungguhnya bagi seluruh umat manusia, bumi ini, bahkan alam semesta.

Oleh: Dasan V. Rangarajan 

0 komentar:

Posting Komentar

 
TOP