Loading...

SI KERUCUT YANG PENUH NUTRISI

Tumpeng
        
Tumpeng belakangan ini semakin ngetren saja.  Nasi berbentuk kerucut ini dikembangkan sedemikian rupa dan disajikan dalam berbagai acara.  Bahkan tumpeng sudah menjadi ikon pada acara-acara  selamatan, ulang tahunan, tujuh belasan, dll. Selain bentuknya indah, tumpeng saji juga dilengkapi dengan bahan makanan yang mengandung nutrisi tinggi.

Tumpeng dalam Ritual Hindu
Ritual Hindu, dari zaman leluhur sampai di zaman modern sekarang, tidak bisa lepas dari  tumpeng.  Bahkan tumpeng yang dikembangkan sekarang ini tak pelak merupakan warisan budaya para leluhur (Hindu).  Pemakaian tumpeng di dalam ritual Hindu terdapat pada aneka bebantenan, di antaranya: dapetan,  peras,  jerimpen,  dll.
Namun tumpeng juga memiliki makna yang universal. Ada  yang memaknai bahwa bentuk tumpeng yang mengerucut ke atas sebagai simbul harapan agar kehidupan kita pun semakin “naik” dan “tinggi”.  Karena itulah bentuk kerucut tetap harus dipertahankan dan tidak diubah dalam bentuk lain, sekalipun mungkin menjadi indah dipandang dalam bentuk baru seperti bentuk “stupa” atasnya pun tetap dibuat mengerucut. 
Dari sudut pandang lain, tumpeng  merupakan simbol ekosistem kehidupan dan kerucut nasi yang menjulang tinggi juga melambangkan keagungan Tuhan Yang Maha Pencipta alam beserta isinya.  
Tumpeng Modern
Dalam perkembangannya nasi tumpeng, dikemas dalam bentuk tumpeng saji. Biasanya ditata dalam wadah ‘Tampah’ beralas daun yang dihias cantik dengan menggunakan daun pisang.  Alas Tumpeng juga dapat menggunakan styrofoam yang dialasi dengan daun dan kacang panjang sebagai pagarnya.  
Sebelumnya Tumpeng selalu hadir dalam warna putih, tetapi dengan perkembangan zaman mulai dimodifikasi dengan berbagai warna, seperti kuning, merah,oranye, dan lain-lain sesuai keinginan si pembuat dan disesuaikan dengan bentuk acaranya. 
Sebaiknya pewarnaan nasi dengan pewarnaan alami misalnya kuning dari kunyit, hijau dari kombinasi daun pandan dan daun suji, jingga dari wortel, merah dari bit, angkak atau beras merah, dan lain-lain. Pewarnaan tumpeng ini telah menggeser  makna sakral yang ada di dalam Tumpeng, karena sekarang  tumpeng hanya hadir menjadi pelengkap acara saja.
Bentuknya  pun sudah dimodifikasi dan tersaji dalam berbagai  rasa seperti tumpeng nasi uduk, tumpeng nasi goreng, dan lain sebagainya.  Tumpeng beserta lauk-pauknya merupakan satu kesatuan yang mempunyai arti yang sangat mendalam. Lauk pauk di dalam tumpeng biasanya mewakili semua yang ada di alam ini. Ayam dan daging  biasanya merupakan yang mewakili hewan darat. Ikan sudah bisa dipastikan mewakili hewan air. 
Sebetulnya yang harus menyertai tumpeng adalah ikan lele. Karena hewan ini melambangkan kerendahan hati sesuai dengan kebiasaan hidup ikan lele yang selalu berenang di dasar sungai. Kebiasaan hidup lele juga diharapkan akan diterapkan dalam kehidupan karier kita, yakni agar tidak sungkan meniti karier dari bawah. Ikan lele sering kali diganti orang dengan jenis ikan lainnya. Misalnya, bandeng. Melalui hidangan ini orang berharap rezekinya selalu bertambah seperti duri ikan bandeng yang jumlahnya tak terbatas itu.
Kadang hewan air hanya diwakili oleh ikan teri dalam bentuk rempeyek atau ikan petek yang digoreng dalam balutan tepung. Keduanya melambangkan kerukunan. Ingatlah jenis ikan ini yang hidupnya selalu bergerombol. 
Telur biasanya dibuat dadar atau pindang.  Sebetulnya telur dalam tumpeng harus hadir utuh bersama kulitnya karena kulit telur, putih telur, dan kuning telur melambangkan tindakan yang harus kita lakukan dalam kehidupan yakni menyusun rencana dengan baik, bekerja sesuai rencana, dan mengevaluasi hasilnya demi kesempurnaan. Lauk kelengkapan lainnya, seperti perkedel, tahu dan tempe bacem, dan keringan (seperti kering tempe, kering kentang, atau kering dendeng). 
Sementara sayur yang digunakan sebagai kelengkapan tumpeng, seperti kangkung, bayam,  taoge, kacang panjang. Kangkung  bisa tumbuh di air dan di darat, diharapkan pada manusia yang harus sanggup hidup di mana saja dan dalam kondisi apa pun. Bayam,  melambangkan kehidupan yang ayem tenterem (aman dan damai). Taoge,  terkandung makna kreativitas tinggi. Hanya seseorang yang kreativitasnya tinggi, bisa berhasil dalam hidupnya. Kacang panjang, harus hadir utuh, tanpa dipotong. Maksudnya agar manusia pun selalu berpikir panjang sebelum bertindak, selain sebagai perlambang umur panjang. 
Sayur lain yang melengkapi sajian tumpeng adalah kol, sawi, wortel, sayur urap, dll. sesuai  dengan selera si penyelenggara upacara. Sayur urap mewakili tumbuhan darat. Jenis sayurnya tidak dipilih begitu saja karena tiap sayur juga mengandung simbul tertentu. 

Nilai Gizi
Dari sederetan bahan makanan pelengkap tumpeng upakara dan tumpeng saji (modern), merupakan bahan makanan yang mengandung nilai gizi tinggi.   Banten  peras dan jerimpen misalnya, selain tumpeng juga dilengkapi dengan seekor ayam panggang, telur, ikan laut, sate, kacang-kacangan, jukut olah, aneka kue dan buah-buahan. 
Satu ekor ayam panggang ukuran sedang yang beratnya 500 gram dari seluruh yang dapat dimakan  mengandung sekitar 91 gram  protein, sebutir telur bebek mengandung 8,18 gram protein,  ditambah lagi dengan ikan laut, kacang-kacangan, sate,  yang juga mengandung cukup protein. 
Sementara unsur vitaminnya dapat diperoleh dari aneka buah yang digunakan. Kadang-kadang jerimpen juga dilengkapi dengan susu instan (kemasan), tentu menambah kelengkapan unsur nutrisinya. Bahan makanan tersebut sudah memenuhi unsur makanan yang mengandung gizi seimbang yang dibutuhkan oleh tubuh. 
Lebih lengkap lagi dalam tumpeng saji, bahan makanannya bebas dikembangkan sedemikian rupa sesuai selera.  Dilengkapi dengan brekedel, ayam goreng, tahu, tempe, ikan lele goreng, jeroan goreng, dan sayur mayur seperti wortel, dll.  semakin menambah khazanah variasi makanan dan nilai nutrisinya. 

Oleh : Yuli Laraeni, SKM, MPH,  dosen tetap di Jurusan Gizi Poltekes Kemenkes Mataram. 
   



0 komentar:

Posting Komentar

 
TOP